100%
Berita Umum
Transformasi digital desa tidak hanya berbicara tentang pemanfaatan teknologi, tetapi juga bagaimana mengintegrasikan berbagai layanan, informasi, dan potensi desa dalam satu ekosistem yang saling terhubung. Hal ini ditunjukkan oleh Desa Cibiru Wetan yang berhasil mengembangkan sistem digital terintegrasi guna memperkuat tata kelola pemerintahan serta mendekatkan layanan kepada masyarakat.
Sebelum digitalisasi diterapkan, layanan dan sistem di Desa Cibiru Wetan masih berjalan secara terpisah sehingga akses informasi dan pelayanan belum optimal. Melalui kolaborasi dengan PT Telkom Indonesia dalam program Smart Village Nusantara serta dukungan dari Institut Teknologi Bandung (ITB), desa ini mulai menghadirkan solusi digital yang terintegrasi.
Inovasi tersebut diwujudkan melalui pengembangan Simpel Desa, yaitu sistem informasi dan pelayanan desa berbasis web dan Android, serta BaleDesa sebagai superplatform yang menghubungkan berbagai layanan, komunikasi, dan potensi desa. Kedua platform ini menjadi fondasi dalam membangun ekosistem digital desa yang terintegrasi dan mudah diakses oleh masyarakat.
Melalui sistem tersebut, berbagai layanan kini dapat diakses dalam satu platform, mulai dari administrasi surat menyurat, layanan usaha desa seperti pasar dan grosir desa, hingga penyediaan informasi dan komunikasi warga. Selain itu, tersedia pula layanan inovatif seperti radio dan televisi desa berbasis live streaming, ojek desa digital (Ojera), sistem pemantauan CCTV (Pantau Desa), serta konten digital seperti podcast desa.
Digitalisasi yang terintegrasi ini menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat, di antaranya pelayanan yang lebih cepat, transparan, dan mudah diakses, peningkatan keterbukaan informasi publik, serta kemudahan promosi bagi UMKM dan potensi desa. Dengan meningkatnya interaksi dan partisipasi masyarakat, Desa Cibiru Wetan menunjukkan bahwa digitalisasi menjadi fondasi penting dalam mewujudkan desa yang mandiri, adaptif, dan berdaya saing.