100%
Berita Umum
JAKARTA – Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal (BPI) Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Dr. Drs. Mulyadin Malik, M.Si., CIGS, mewakili Menteri Desa dan PDT menghadiri pembukaan Indonesia Quarantine Expo (IQExpo) 2026 pada Jumat (23/10). Pameran perdana yang diinisiasi bersama Badan Karantina Indonesia (Barantin) dan Kementerian UMKM ini mengusung tema “Protecting Indonesia, Connecting The World” serta menampilkan berbagai komoditas unggulan UMKM potensial ekspor dari 38 provinsi di Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Barantin Abdul Kadir Karding menegaskan komitmen lembaganya untuk memberikan kemudahan bagi pelaku UMKM dalam mengembangkan pasar ekspor. Peran karantina tidak hanya mencakup pengawasan kesehatan hewan, ikan, dan tumbuhan, tetapi juga pendampingan bagi pelaku usaha melalui Klinik Ekspor Karantina yang tersedia di seluruh provinsi. Dukungan ini diharapkan membantu produk lokal memenuhi standar mutu yang dibutuhkan untuk bersaing di pasar internasional.
Sinergi lintas sektor juga diperkuat melalui integrasi layanan digital Barantin, BEST TRUST, dengan SAPA UMKM. Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, mengapresiasi integrasi tersebut karena dapat mempermudah pelaku usaha dalam memperoleh informasi perdagangan. Kemudahan akses informasi dan pendampingan diharapkan dapat memperkuat kesiapan UMKM dalam memperluas jangkauan pasar serta meningkatkan daya saing produknya.
Sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung pengembangan UMKM berorientasi ekspor, rangkaian IQExpo 2026 ditandai dengan penandatanganan Deklarasi Perkarantinaan dan Pengembangan UMKM Ekspor yang melibatkan Menteri UMKM dan perwakilan dari 38 provinsi. Deklarasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan agar produk UMKM Indonesia semakin siap memenuhi persyaratan dan kebutuhan pasar global.
Kehadiran Kepala BPI dalam kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan Kemendes PDT terhadap penguatan potensi ekonomi lokal dan pengembangan produk unggulan yang memiliki peluang menembus pasar internasional. Melalui kolaborasi lintas sektor, potensi usaha di desa diharapkan dapat berkembang, memperluas akses pasar, serta menciptakan peluang ekonomi yang berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa dan daerah tertinggal