100%
Berita Umum
Bandung Barat — Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) melaksanakan Launching Hari Desa Nasional Tahun 2027 dan Kick Off Liga Desa di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (10/10). Kegiatan ini menjadi langkah awal menyemarakkan peringatan Hari Desa Nasional 2027 yang akan diselenggarakan pada 15 Januari 2027 di Mojokerto, Jawa Timur, sekaligus mendorong pembangunan desa melalui kegiatan yang partisipatif, inovatif, dan berkelanjutan.
Peluncuran ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjadikan desa sebagai fondasi pembangunan nasional. Melalui Hari Desa Nasional dan Liga Desa, Kemendes PDT mendorong peningkatan partisipasi masyarakat, pengembangan potensi lokal, serta penguatan semangat gotong royong untuk mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan sejahtera.
Liga Desa menjadi salah satu bagian dari rangkaian Hari Desa Nasional 2027 yang memanfaatkan olahraga, khususnya sepak bola, sebagai sarana mempererat kebersamaan dan menumbuhkan sportivitas antardesa. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan potensi, kreativitas, dan keunggulan desa melalui kompetisi yang positif.
Selain itu, penyelenggaraan kegiatan ini memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan serta pemberdayaan masyarakat desa. Kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat mendorong lahirnya inovasi dan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Menteri dan Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, jajaran pimpinan Kemendes PDT, Gubernur Jawa Barat, Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat, Wakil Bupati Mojokerto, serta berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan.
Melalui Launching Hari Desa Nasional 2027 dan Kick Off Liga Desa, Kemendes PDT mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat semangat membangun desa. Menjelang puncak peringatan Hari Desa Nasional pada 15 Januari 2027 di Mojokerto, momentum ini menegaskan bahwa kemajuan Indonesia berawal dari desa yang kuat, mandiri, inovatif, dan mampu mengoptimalkan potensi lokal demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.