100%
Berita Umum
Purwakarta – Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal (BPI), Dr. Drs. Mulyadin Malik, M.Si., CIGS, mendampingi Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto dalam kegiatan Grand Final Penutupan Kompetisi Sepak Bola Putri di Desa Cibeber, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (22/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Mendes PDT Yandri Susanto mengatakan, penyelenggaraan lomba sepak bola antarkampung, baik antar-RT maupun antardesa, tidak hanya menjadi sarana olahraga dan hiburan masyarakat, tetapi juga dapat menjadi penggerak ekonomi lokal. Kehadiran masyarakat dalam pertandingan turut memberikan dampak terhadap aktivitas pelaku usaha di sekitar lokasi kegiatan.
Menurut Yandri, meningkatnya jumlah penonton selama pertandingan dapat memberikan peluang bagi pedagang kaki lima, penjual minuman, hingga pelaku usaha camilan lokal untuk meningkatkan omzet. Dengan demikian, kegiatan olahraga di desa dapat menciptakan aktivitas ekonomi yang melibatkan masyarakat secara langsung.
“Kami meyakini dengan agenda (Lomba Sepak Bola) ini maka saya yakin desa-desa di Indonesia akan berkembang, dari mulai ekonominya, desa wisatanya, dan tentu olahraga sehat badannya dan rohaninya,” papar Mendes Yandri saat memberikan sambutan di sela-sela Grand Final Penutupan Kompetisi Sepak Bola Putri.
Lebih lanjut, Mendes PDT menilai agenda yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Merah Putih tersebut memiliki arti strategis bagi pembangunan desa dari tingkat akar rumput. Pemerintah desa juga diharapkan dapat terus memfasilitasi sarana dan prasarana olahraga melalui pemanfaatan Dana Desa sesuai ketentuan, sehingga kegiatan turnamen sekaligus pembinaan atlet lokal dapat berkembang di berbagai daerah.
“Tentu kegiatan-kegiatan seperti ini akan terus kita dukung, karena kita juga punya program kegiatan olahraga, bukan hanya sepakbola. Tapi juga ada bolavoly, futsal, dan lain sebagainya. Juga akan kita gerakkan di tingkat desa,” ujar Yandri. Ia juga menyampaikan rencana penyelenggaraan Hari Desa Nasional Tahun 2027 yang akan dirangkaikan dengan Liga Desa Nasional dan dipusatkan di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
Menurutnya, Liga Desa Nasional nantinya tidak sekadar menjadi kompetisi sepak bola antarkampung, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat desa untuk menunjukkan potensi, mempererat silaturahmi, serta menggerakkan roda ekonomi masyarakat. Ajang tersebut juga diharapkan dapat membuka kesempatan bagi talenta-talenta muda di pelosok untuk mendapatkan perhatian dari pemandu bakat nasional maupun klub profesional. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein dan Ketua Umum APDESI Merah Putih Anwar Sadat.